Kota Cilegon Rentan Bencana Industri

Cilegon, beritaindonesianet – Kota Cilegon rentan bencana industri dan bencana akibat gagal teknologi. Karena itu, komitmen bersama antara Pemprov Banten dan kabupaten kota, terutama Kota Cilegon, sangat diperlukan.

“Selain adanya ancaman bencana alam seperti banjir dan longsor, dengan adanya banyak industri di Kota Cilegon, bukan tidak mungkin Cilegon juga rentan dengan bencana industri dan bencana yang diakibatkan oleh kegagalan teknologi,” kata Sekretaris BPBD Banten Nuryanto, saat memberikan sambutan di acara rapat koordinasi di restauran Bintang Laguna, di Kota Cilegon, Senin (22/5).

Apalagi, kata Nuryanto, di Kota Cilegon banyak perusahaan industri kimia, perusahaan penghasil baja, pelabuhan, dan PLTU. Karena itu, ia berharap sinergi semua pihak dalam upaya penanggulangan bencana sangat diperlukan. “Dengan adanya sinergi maka penanggulangan bencana, baik yang berskala lokal maupun regional diharapkan bisa terarah, terpadu, dan terkoordinasi dengan baik.”

Nuryanto mengungkapkan jika wilayah di Provinsi Banten mempunyai 14 potensi ancaman bencana dengan tingkat skala yang berbeda. Karena itu, perhatian dari semua aparat penanggulangan bencana, baik dari BPBD Provinsi Banten maupun BPBD kabupaten kota sangat diperlukan. “Seluruh BPBD baik di tingkat provinsi maupun di kabupaten kota harus melaksanakan program kegiatan pengurangan resiko bencana yang melibatkan semua pihak, termasuk kalangan dunia usaha dan masyarakat atau para relawan,” ujarnya.

Sementara Kepala Sub Bagian Program dan Evaluasi BPBD Provinsi Banten Widawati Suhara menambahkan jika saat ini pihaknya berusaha sedini mungkin memetakan dan mendata daerah mana saja yang rentan bencana. Karena itu, pihaknya mengadakan rapat koordinasi Pendataan Daerah Rawan Bencana Kota Cilegon tahun 2017.

Menurut Widawati, rapat koordinasi pendataan daerah rawan bencana ini tidak hanya dilakukan di Kota Cilegon saja, tetapi juga di semua kabupaten kota. “Kegiatan ini akan dilakukan di seluruh kabupaten kota di Provinsi Banten.”
Widawati berharap pendataan ini bisa membantu mempercepat program penanggulangan bencana. “Rapat koordinasi ini sangat penting sehingga kami bisa segera melakukan program selanjutnya dalam menanggulangi bencana.” (hen/adv)